
Kota Los Angeles di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), akan meluncurkan program untuk memindahkan orang tunawisma dari tenda-tenda ke dalam hotel dan motel pada selasa (20/12).
Rencana tersebut diumumkan Wali Kota Los Angeles yang baru, Karen Bass. Dia menerangkan, program mendatang tidak akan segera menjangkau semua orang tunawisma. Tetapi, Bass berharap inisiatif tersebut dapat menangani jumlah orang tunawisma yang signifikan.
Bass menggarisbawahi, warga tunawisma tidak akan dipaksa berpindah ke kamar hotel atau motel. Namun, petugas sanitasi akan ditempatkan untuk membersihkan area usai orang-orang pergi.
"Ini bukan soal memaksa orang. Ini bukan menilang orang atau memenjarakan orang. Ini tentang memindahkan orang dari tenda ke hotel atau motel," jelas Bass, dikutip dari Associated Press, Senin (19/12).

Kantor wali kota tidak membeberkan rincian program perumahan tersebut, termasuk total biaya maupun asal dananya.
Advokat orang tunawisma menyambut baik rencana tersebut.
Sebab, warga nantinya akan memiliki kamar mandi mereka sendiri yang jauh dari tempat penampungan yang berantakan. Tetapi, mereka mengkritik otoritas yang memaksa para tunawisma berpindah.
Padahal, pihak berwenang tidak secara tegas memberikan tawaran untuk tinggal di kamar hotel dan motel. Otoritas juga memisahkan para tunawisma dari barang-barang mereka.

Gubernur California, Gavin Newsom, pertama kali meluncurkan gagasan untuk menempatkan para tunawisma di kamar hotel dan motel saat awal pandemi COVID-19 pada 2020.
Sejak saat itu, Newsom mendorong kota dan kabupaten di negara bagiannya untuk mengalihfungsikan penginapan dan bangunan lainnya menjadi perumahan bagi para tunawisma.
Sejak hari pertamanya sebagai wali kota, Bass mengumumkan keadaan darurat terkait kondisi tunawisma di Los Angeles.
Bass lantas berjanji akan menampung orang-orang, serta membangun lebih banyak perumahan. Dia ingin memberikan perbedaan yang belum terlihat terlepas dari miliaran dolar yang habis membiayai program-program untuk mengekang angka tunawisma.
Salah satu pembiayaan semacam itu menarik USD 1,2 miliar (Rp 18 triliun) yang sekarang ada dalam anggaran Kota Los Angeles.
Mantan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat ini bertujuan menyediakan perumahan bagi lebih dari 17.000 tunawisma pada tahun pertamanya menjabat. Bass akan memanfaatkan fasilitas sementara dan permanen untuk mewujudkan rencana itu.

Sekitar 40.000 orang saat ini tidak memiliki tempat tinggal di kota berpenduduk hampir 4 juta jiwa tersebut. Orang tunawisma pun sangat terlihat di seluruh California.
Banyak dari mereka bertahan hidup dalam tenda dan mobil, sedangkan yang lainnya tidur di trotoar dan di bawah jalan layang.
Seseorang dapat menjadi tunawisma karena berbagai alasan dari penyakit mental, kecanduan, dan kehilangan pekerjaan. Kini, petugas akan mencoba membujuk mereka masuk ke dalam ruangan.
"Perkemahan tunawisma harus diturunkan secara signifikan kalau tidak dihilangkan, dan harus ada perumahan yang sedang dibangun, sedang berlangsung, dengan kecepatan yang jauh lebih cepat," tegas Bass tentang caranya menilai kesuksesan program mendatang.
"Dan seharusnya tidak ada 40.000 orang yang tidak memiliki rumah, itu sudah pasti," lanjut dia.
Sumber: Kumparan








