Paradoks Tidur Wanita: Tidur Lebih Lama, Tapi Mengapa Kualitasnya Lebih Buruk?



Tidur (ilustrasi). Meski secara data objektif wanita tidur lebih lama dan lebih dalam, mereka secara konsisten melaporkan kualitas tidur yang lebih buruk dan memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk didiagnosis menderita insomnia.

Teraspojok.com, JAKARTA — Kamu mungkin pernah melihat klaim bahwa wanita membutuhkan waktu tidur satu hingga dua jam lebih lama daripada pria. Namun, benarkah sains mendukung klaim tersebut?

Psikolog klinis dari Woolcock Institute of Medical Research dan peneliti di Macquarie University, Amelia Scott, mencoba membedah fenomena ini melalui sudut pandang sains, biologi, hingga faktor sosial. Menurut Scott, penelitian objektif, baik melalui pelacak tidur wearable maupun metode polysomnography (studi laboratorium yang merekam gelombang otak), menunjukkan hasil yang berbeda dari tren media sosial.


“Data objektif menunjukkan bahwa wanita biasanya tidur sekitar 20 menit lebih lama dibandingkan pria,” tulis Scott dikutip dari laman the Conversation pada Selasa (6/1/2026).

Sebuah studi global terhadap hampir 70 ribu orang menemukan perbedaan konsisten antara 23 hingga 29 menit. Menariknya, wanita juga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dalam tahap tidur nyenyak (deep sleep), yakni sekitar 23 persen dari total tidur mereka dibandingkan dengan pria yang hanya 14 persen.

Namun, di sinilah letak paradoksnya. Meski secara data objektif wanita tidur lebih lama dan lebih dalam, mereka secara konsisten melaporkan kualitas tidur yang lebih buruk dan memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk didiagnosis menderita insomnia. Scott menjelaskan bahwa tidur tidak terjadi di ruang hampa, dan pengalaman tidur wanita dibentuk oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan sosial yang rumit.

 

Loading…






Source link