Terus Diancam Trump, Iran Ambil Ancang-Ancang: Siapkan Seribu Drone Hingga Gelar Latihan Militer



Dalam gambar yang dirilis oleh situs resmi Angkatan Darat Iran pada Kamis (20/4/2023), drone buatan Iran ditampilkan dalam upacara penandaan untuk diberikan kepada tentara negara, Iran. Kementerian Pertahanan mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya telah mengirimkan lebih dari 200 drone strategis jarak jauh kepada tentara.

Teraspojok.com,TEHERAN — Juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia pada Kamis (29/1/2026) waktu setempat, memperingatkan, Iran siap merespons dengan cepat dan tegas setiap tindakan bermusuhan terhadap negara tersebut.

“Jika musuh melakukan kebodohan apa pun, kami akan meresponsnya dengan cepat dan tegas,” kata Akrami-Nia.


Ia menegaskan, setiap konfrontasi tidak akan mempunyai skala terbatas. Menurut Akrami-Nia, eskalasi apa pun akan melampaui wilayah Iran dan berdampak pada seluruh kawasan, termasuk dari entitas Zionis hingga negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan terpisah, Akrami-Nia menambahkan, angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga penuh untuk memberikan respons cepat dan menyakitkan jika ada pihak yang melanggar kedaulatan Iran.

Ledakan terlihat di langit Yerusalem, menyusul serangan dari Iran, Ahad (14/4/2024). Iran melancarkan serangan militer langsung pertamanya terhadap Israel pada hari Sabtu. Militer Israel mengatakan Iran menembakkan lebih dari 100 drone pembawa bom ke arah Israel. Beberapa jam kemudian, Iran mengumumkan bahwa mereka juga telah meluncurkan rudal balistik yang jauh lebih merusak.

 

“Rencana-rencana yang diperlukan terkait kemungkinan serangan musuh telah disiapkan,” ujar dia. Akrami-Nia menegaskan, Iran memiliki respons yang proporsional untuk seluruh skenario. 

Ia juga menanggapi retorika terbaru dari Washington dengan memperingatkan agar tidak berasumsi bahwa operasi militer dapat berlangsung singkat dan terbatas.

“Jika Donald Trump berpikir ia dapat melakukan operasi cepat lalu dua jam kemudian menulis di media sosial bahwa semuanya telah selesai dan tidak akan ada tindakan terhadap Iran, hal itu sama sekali tidak mungkin,” kata Akrami-Nia.

 

 

Loading…






Source link