Anak Punya Fobia? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan!

Anak Punya Fobia? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan!
Anak Punya Fobia? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan! Foto: Shutter Stock

Fobia atau gangguan kecemasan hingga menyebabkan ketakutan berlebihan bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Umumnya, anak bisa menunjukkan rasa takut terhadap beberapa hal seperti binatang, ketinggian, darah, sesuatu yang menakutkan, dan lainnya.

Bahkan, gangguan panik, gangguan kecemasan terhadap perpisahan, hingga kecemasan sosial bisa terjadi pada anak-anak. Bila dikelompokkan secara umur, ini beberapa ketakutan berlebihan yang umum terjadi pada anak, dilansir WebMD:

  • 2 tahun ke bawah: terpisah dari orang tua, wajah asing, benda-benda berukuran besar dan aneh, hingga suara keras

  • 3-6 tahun: kegelapan, suara-suara aneh, tidur sendirian, hantu khayalan atau monster

  • 7-16 tahun: prestasi buruk di sekolah, cedera atau sakit, punya penyakit yang sulit disembuhkan, hingga kematian

Anak Punya Fobia? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan! (1)
Ilustrasi anak takut. Foto: Shutter Stock

Kenapa sih anak-anak bisa mengalami fobia? Rasa takut berlebihan pada anak bisa terjadi karena beberapa sebab, seperti genetik maupun lingkungan sekitarnya. Jika Anda memperhatikan si kecil takut berlebihan pada suatu benda atau kejadian, maka kemungkinan besar ia akan terus merasa ketakutan hingga dewasa.

Selain itu, faktor lain yang dapat menyebabkan anak memiliki fobia seperti:

1. Pengalaman traumatis dari kecil

2. Riwayat keluarga dengan masalah kesehatan mental

3. Kondisi medis yang berkaitan dengan kecemasan

4. Memiliki sifat pemalu dan penakut dari kecil

5. Efek obat-obatan yang dikonsumsi

Yang Perlu Orang Tua Lakukan pada Anak dengan Fobia

Anak Punya Fobia? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan! (2)
Ilustrasi anak kecil takut ketinggian dan tak berani berjalan Foto: Shutter Stock

Nah Moms, Anda perlu memahami tanda-tanda si kecil memiliki fobia. Gejala umum yang bisa diperhatikan adalah gemetar, berkeringat, sesak napas, perut mulas, nyeri dada, pusing, panas dingin, hingga mati rasa.

Bila sudah menunjukkan tanda-tandanya, coba pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional. Nantinya, psikolog atau dokter bisa memeriksakan gejala sambil mengamati riwayat kesehatan anak secara menyeluruh, lalu membuat diagnosa yang tepat.

Tenang Moms, sebenarnya fobia dapat diobati namun memang memerlukan intervensi lewat obat-obatan hingga terapi. Nanti, perawatan apa yang perlu dilakukan akan menyesuaikan kondisi masing-masing anak.

Selain itu, ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda ketakutannya muncul lagi, segera tenangkan dan bantu si kecil mengalihkan pikirannya dengan aktivitas yang disukai. Atau coba beri hiburan melalui aktivitas yang disukai disertai pelukan hangat. Beri dia kepastian bahwa Anda akan menemaninya, dan mendukungnya untuk melawan rasa takut secara perlahan.

Hindari juga untuk melakukan aktivitas berkaitan dengan hal yang ditakutinya. Misalnya, bila anak takut hantu atau suasana seram, maka hindari menonton film atau drama yang menakutkan.

Sumber: Kumparan