
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri turun tangan untuk mengakhiri kisruh yang berkaitan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Mulyanto mengatakan, sikap tegas dari Megawati diperlukan saat ini untuk mengakhiri kisruh dengan mengusulkan pergantian Kepala Kepala BRIN Laksana Tri Handoko ke Presiden Jokowi.
“Kini saatnya Ketua Dewan Pengarah BRIN, Ibu Mega, mengambil sikap tegas untuk mengusulkan kepada Presiden Jokowi soal penggantian Kepala BRIN,” kata Mulyanto dalam pernyataannya dikutip kumparan, Kamis (9/2).
Mulyanto juga mendorong Megawati turun dan berdialog langsung dengan para peneliti, perekayasa, para tokoh iptek, serta para sesepuh pembangunan iptek nasional untuk menyerap aspirasi mereka dari hati ke hati.

Peran Megawati, lanjut Mulyanto, sangat vital dalam kondisi sekarang ini untuk menyelamatkan bangunan riset dan teknologi nasional. Ia khawatir BRIN akan ambruk apabila tak segera dievaluasi menyeluruh.
“Kita tidak ingin, BRIN yang menjadi lembaga sentral bagi pembangunan riset dan inovasi nasional ini oleng dan terpuruk, karena tidak terkelola dan terkonsolidasikan dengan baik,” ujar politikus PKS itu.
Sebelumnya, Komisi VII DPR RI merekomendasikan pemberhentian Kepala BRIN karena dianggap gagal menjalankan tugas. Handoko dinilai tidak berhasil menjalankan proses penggabungan lembaga riset pemerintah, dan berimbas pada kegiatan riset nasional tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Komisi VII juga menemukan masalah laporan penggunaan anggaran BRIN.
Megawati Sudah Dengar Ada Desakan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Ketum sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri sudah mendengar dorongan komisi VII DPR soal Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dicopot.
Hasto berpandangan salah satu masalah di dalam BRIN saat ini adalah anggota DPR yang mendorong setiap program di dapilnya untuk dilakukan BRIN. Padahal, kata dia, anggaran BRIN sangat terbatas.
"Ya sudah (Bu Mega dengar kabar tentang BRIN). Itu akibat proporsional terbuka. Di mana setiap anggota dewan kan mendorong program-program di dapilnya, padahal BRIN ini kan memang anggarannya terbatas," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (3/2).
Hasto menuturkan saat ini BRIN telah melakukan proses konsolidasi internal. Ia menyebut BRIN tengah fokus mendorong kegiatan riset dan inovasi.
"Ini sedang melakukan proses konsolidasi, sedang membangun ekosistem di dalam mendorong kegiatan riset dan inovasi, bahkan begitu banyak kinerja yang positif dari BRIN yang belum disampaikan ke publik," kata dia.
Sumber: Kumparan








