
Gelandang Timnas Portugal, Bruno Fernandes, tegaskan alasan pemecatan Fernando Santos bukan karena cadangkan Cristiano Ronaldo. Ia menyebut performa buruk Selecao das Quinas saat dikalahkan Maroko menjadi faktor utama.
Fernando Santos didepak dari kursi kepelatihan Portugal usai gagal menembus semifinal. Maroko sukses menghantam Cristiano Ronaldo cs di perempat final pada Sabtu (10/12) dengan skor tipis 1-0.
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan Santos pada Jumat (16/12).
"Federasi Sepak Bola Portugal dan Fernando Santos sepakat mengakhiri perjalanan sukses yang dimulai pada September 2014. Setelah salah satu partisipasi terbaik Tim Nasional di tahap akhir Piala Dunia di Qatar, FPF dan Fernando Santos memahami bahwa ini adalah saat tepat untuk memulai siklus baru," tulis FPF.

Setelah momen itu terjadi, muncul spekulasi yang menyebut Santos dipecat karena cadangkan Ronaldo di laga kontra Maroko. Hal tersebut muncul sebab kekasih CR7, Georgina Rodriguez, melontarkan kritik terhadap pelatih 68 tahun itu.
"Hari ini teman dan pelatih Anda membuat keputusan yang salah. Teman yang memiliki begitu banyak kata kekaguman dan rasa hormat. Orang yang sama, ketika menempatkan Anda di lapangan, melihat bagaimana semuanya berubah, tetapi sudah terlambat," ucap Georgina, dikutip dari Mirror.
"Anda tidak bisa meremehkan pemain terbaik di dunia, ia punya senjata yang paling ampuh. Apalagi seseorang harus membela mereka yang tidak pantas mendapatkannya," tambahnya.

Berangkat dari hal itu, Bruno Fernandes pun meresponsnya. Ia menyebut didepaknya Fernando Santos tidak ada hubungannya dengan peraih 5 gelar Ballon d'Or itu.
"Mungkin karena ia [Ronaldo] banyak dibicarakan, banyak orang yang membicarakannya di berita. Mereka ingin tahu apa yang terjadi kepadanya," ucap Bruno.
"Bukan karena hal itu, semuanya karena kami tak bisa melangkah lebih jauh. Kami tidak bisa mengalahkan Maroko," tambahnya.

Foto: Lee Smith/REUTERS
Sebagai salam perpisahan, Bruno Fernandes memberikan apresiasi untuk Fernando Santos. Ia bahkan menyebut Santos berhasil mengembalikan kepercayaan Portugal untuk mentas di kancah sepak bola dunia.
"Saya berterima kasih kepada Fernando Santos. Terima kasih atas kesempatan untuk mewakili negara kami dan atas kepercayaan kepada kami selama beberapa tahun terakhir. Sebagai orang Portugal, terima kasih telah menempatkan Portugal di puncak Eropa dan mengembalikan kepercayaan dan keyakinan ke negara kecil yang memungkinkan untuk meraih hal besar," tutur pemain MU itu.
"Saat-saat kejayaan, kegembiraan, kesedihan dan frustrasi lainnya, tetapi sejarah telah dibuat dan akan selamanya dicatat di hati semua orang Portugal," pungkasnya.

Fernando Santos sejatinya tidak nirgelar bersama Timnas Portugal. Ia memimpin Cristiano Ronaldo dan kolega menjuarai Euro 2016 dan UEFA Nations League 2018/19.
Penulis: Hamas Nurhan R T
Sumber: Kumparan








