IHSG Diprediksi Menguat, Investor Cermati Kemungkinan Suku Bunga The Fed Turun

IHSG Diprediksi Menguat, Investor Cermati Kemungkinan Suku Bunga The Fed Turun
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Senin (5/12). Pada pekan lalu, IHSG naik 0,48 persen pada level 7.019,639 dari 7.053,150 pada pekan sebelumnya.

Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan IHSG berada di level support 6.955, 6.937 dan 6.892, sementara resisten di 7.100, 7.128-7.137 dan 7.200. Berdasarkan indikator MACD, mengindikasikan momentum bearish.

“IHSG diperkirakan rebound karena chart harian masih ditutup di atas Fibonacci retracement 85,4 persen dari wave menurut skenario alternatif. Akan tetapi, IHSG dapat tergelincir ke 6.937 atau bahkan 6.892 jika tembus ke bawah fractal terdekat di 6.955,” tulis Ivan dalam risetnya, Senin (5/12).

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi IHSG menguat terbatas di rentang 6.969-7.075. Sektor industrials, technology, transportation & logistic, basic materials, properties & real estate bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG pada hari Jumat (2/12) lalu.

“The Fed kemarin mulai melonggarkan kenaikan tingkat suku bunga, hal ini tentu yang menjadi perhatian bagi pelaku pasar dan investor karena harapannya adalah Bank Sentral Eropa mempertajam garis panduan untuk menutup akhir tahun 2022, dan menatap awal tahun 2023 mendatang,” ungkap Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan perusahaan rintisan teknologi seperti GOTO, BUKA, BELI berpotensi masuk dalam Papan Ekonomi Baru (New Economy), mengingat memiliki inovasi produksi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memiliki manfaat sosial yang luas. Tak hanya itu, papan ekonomi tersebut juga berpotensi berisi perusahaan baterai kendaraan listrik serta sains kesehatan.

“Kami memandang bahwa peluncuran papan new economy tersebut berpotensi menarik lebih banyak perusahaan rintisan teknologi untuk melakukan pencatatan saham di bursa di tengah kenaikan suku bunga agresif BI, hal ini tentunya menjadi alternatif pendanaan di pasar saham dan berkontribusi terhadap target kenaikan jumlah emiten di pasar saham,” katanya.

Adapun beberapa rekomendasi saham oleh Pilarmas Investindo Sekuritas, di antaranya:

1. AKRA

Last Price: 1.450

Support: 1.410

Resistance: 1.500

2. INCO

Last Price: 7.400

Support: 7.250

Resistance: 7.625

3. INDF

Last Price: 6.77

Support: 6.600

Resistance: 6.950

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

Sumber: Source link