Ini Alasan Milenial Lebih Suka WFH

pixabay.
pixabay.

Belum lama ini, petisi terkait kembali diterapkannya sistem Work From Home (WFH) kembali mencuat setelah ditandatangani sejumlah orang.

Padahal, tren angka positif COVID-19 di Indonesia sudah turun drastis, dan sistem WFH tidak lagi diperlukan.

Hal ini diperkuat dengan ucapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengaku heran terhadap anak muda sekarang yang tidak suka pergi ke kantor.

Menanggapi hal itu, sosiolog Unair Prof Dr Sutinah Dra MS, mengatakan, hal tersebut merupakan dampak dari perubahan sosial, salah satunya perkembangan teknologi digital.

“Dulu semasa saya, bekerja itu adalah bekerja di kantor, orang tidak dianggap bekerja kalau tidak di kantor. Dan sekarang mengalami perubahan terutama setelah perkembangan IT,” kata Prof Sutinah, Jumat (13/1).

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan pola pikir tersebut muncul. Misalnya saja efisiensi waktu, merasa lebih produktif, tidak terdapat gangguan yang signifikan, tidak perlu terjebak macet, hingga merasa lebih nyaman.

"Pekerja pun dapat mengatur waktunya sendiri dalam bekerja, karena bekerja tidak sekadar pagi dan pulang sore," tambahnya.

Prof Sutinah menuturkan, adanya fleksibilitas tersebut membuat pekerja milenial dapat menggunakan waktu luang tersedia untuk melakukan kegiatan yang menunjang produktivitas.

“Di kantor itu kan sering kali ada semacam konflik dengan teman, dalam arti bukan konflik fisik ya. Ada persaingan, kadang ada hal yang membuat jealous tapi kalau dirumah kan tidak,” ucapnya.

Meski demikian, dari sisi sosiologis, manusia tetap membutuhkan interaksi soalnya. Walaupun hal tersebut mampu dilakukan dengan perantara teknologi, interaksi sosial yang dilakukan langsung tanpa sekat dan jarak pun tetap harus diperhatikan.

“Dalam masyarakat digital kita tetap membutuhkan hubungan dengan sesama. Karena interaksi sosial itu dalam sosiologi dikenal sebagai dasar orang untuk dapat melakukan aktivitas. Meskipun teraksi dapat dilakukan secara online, tapi interaksi secara langsung masih tetap diperlukan,” tukasnya.

Sumber: Kumparan