Jangan Panik, Pahami Manuver yang Benar saat Alami Pecah Ban di Jalan

Mobil yang mengalami pecah ban dan menabrak pembatas jalan di KM 305 Tol Semarang-Batang. Foto: Dok. Istimewa
Mobil yang mengalami pecah ban dan menabrak pembatas jalan di KM 305 Tol Semarang-Batang. Foto: Dok. Istimewa

Saat di jalan, berbagai kondisi bisa terjadi pada pengemudi. Salah satunya pecah ban yang bisa membuat laju mobil tak terkendali, apalagi bila salah mengantisipasi di kecepatan tinggi.

Pendiri sekaligus instruktur senior Jakarta Defensive Driving Consultant, Jusri Pulubuhu, mengatakan pemilik tak boleh panik. Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah upayakan laju mobil tetap stabil.

“Kalau membanting setir, mobil jadi tidak stabil dan akhirnya malah terguling. Ini cukup berbahaya. Secara teknik, untuk mengatasi hal ini berbeda antara ban depan dan belakang,” ungkapnya saat dihubungi oleh kumparan beberapa waktu lalu.

Ilustrasi ban mobil yang terselip kerikil. Foto: dok. Istimewa
Ilustrasi ban mobil yang terselip kerikil. Foto: dok. Istimewa

Kata Jusri, bila ban belakang yang pecah, pengemudi bisa melakukan perlambatan atau pengereman. Namun, ini perlu dilakukan secara perlahan sebab ada goyangan yang cukup keras.

“Bobot mobil saat mengerem secara linear akan ke arah depan atau weight shifting namanya. Ini akan memudahkan pengendara menguasai kendaraannya,” jelasnya.

Posisi mengemudi MG HS i-Smart saat melintasi tol Trans Jawa. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Posisi mengemudi MG HS i-Smart saat melintasi tol Trans Jawa. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Setelah itu, pengendara bisa mengangkat gas secara perlahan dan mulai melakukan perlambatan. Kendalikan mobil menuju tepian jalan atau tempat yang aman untuk berhenti.

“Lampu hazard harus dinyalakan untuk memperingatkan pengendara lain kalau kita sedang dalam kondisi darurat. Berbeloknya juga bertahap harus memperhatikan spion,” imbuhnya.

Menyikapi ban depan yang pecah

Kalau ban depan yang pecah, tetap jaga kecepatan dibarengi dengan perlambatan secara bertahap. Pengereman mendadak justru membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

“Kalau rem ditekan berlebih atau keras maka ban akan terkunci atau melipat sehingga tak ada putaran. Ini berbahaya karena muncul potensi selip yang bisa mempengaruhi stabilitas mobil,” paparnya.

Ilustrasi ban kempis. Foto: Road & Track
Ilustrasi ban kempis. Foto: Road & Track

Jusri mengingatkan agar pengemudi bisa mempertahankan setir hingga membentuk sudut yang landai ke arah kiri jalan untuk menepi ke tempat yang aman.

“Kalau ban kanan yang pecah, arahkan setir ke kiri. Ini memang susah karena terjadi understeer. Itu adalah kondisi ketika setir sudah diputar tapi mobil tetap lurus ke depan jadi seperti ngegelosor. Tetapi, ini bisa dilakukan asal pengemudi enggak panik,” pungkasnya.

Secara teori, ini mungkin mudah dilakukan. Beda halnya ketika mengalami langsung di jalan, rasa panik dan kebingungan tentu bisa melanda. Namun setidaknya dengan pengetahuan ini, pengemudi bisa menerapkan manuver yang tepat. Stay safe!

Sumber: Kumparan