Kasus Anggota Polisi Acungkan Jari Tengah ke Relawan Ambulans Berakhir Damai

Ilustrasi Polri. Foto: Poetra.RH/Shutterstock
Ilustrasi Polri. Foto: Poetra.RH/Shutterstock

Kasus salah satu anggota Polsek Tebet yang mengacungkan jari tengahnya ke arah relawan ambulans di kawasan Jakarta Selatan, berakhir damai.

"Iya benar [sudah berdamai]," ujar Kapolsek Tebet Kompol Chintya Intania saat dikonfirmasi, Minggu (22/1).

Chintya menjelaskan, anggota polisi dan pengawal ambulans itu sudah bertemu di Mapolsek Tebet pada Jumat (20/1). Hasilnya, mereka sepakat untuk berdamai.

Video perdamaian keduanya juga sudah beredar di media sosial. Di video itu, Kompol Chintya meminta maaf atas sikap tak terpuji dari anggotanya itu.

"Saya Kapolsek Tebet Kompol Chintya meminta maaf kepada rekan kami atas perbuatan yang telah dilakukan anggota saya. Semoga ini menjadi tindakan yang tidak terulang lagi," katanya.

Dia berharap ke depannya tak ada lagi insiden tersebut. Tentu saja, kata dia, perbuatan itu merugikan citra Polri.

"Ke depannya, untuk melayani masyarakat akan lebih baik lagi, melindungi, mengayomi masyarakat dengan baik, dengan hati yang ikhlas, tidak ada lagi perbuatan-perbuatan yang merugikan citra Polri," jelasnya.

Masih Berpotensi Kena Sanksi

Meski sudah berdamai, anggota polisi itu masih tetap akan berpotensi terkena sanksi dari propam.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi sebelumnya mengatakan bahwa anggota tersebut kini masih diperiksa secara intensif di Divisi Propam Polres Jakarta Selatan Jika terbukti bersalah, lanjut dia, anggota tersebut harus siap menerima sanksi atas perbuatannya.

"Jadi untuk itu masih didalami oleh propam dari anggota kita yang jelas jika memang salah pasti ada sanksi. Yang pasti kita dalami dulu, kita dalami kenapa bisa terjadi demikian," katanya, Jumat (20/1).

Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan aksi tak terpuji dari seorang anggota polisi di jalan raya. Anggota polisi tersebut terekam kamera sedang mengacungkan jari tengah ke arah pengendara motor yang sedang memandu mobil ambulans.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/1) sekitar pukul 16.30 WIB di di Jalan Sultan Agung, Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam narasinya, kejadian bermula saat sejumlah relawan bersepeda motor tengah memandu mobil ambulans menuju Rumah Sakit Ciptomangunkusumo untuk menjemput pasien.

Di tengah jalan, iring-iringan mobil ambulans tersebut kemudian menyalip anggota polisi tersebut yang sedang menaiki sepeda motor.

Tak terima disalip, anggota polisi tersebut enggan untuk menepi dan memberi jalan. Ia justru mengacungkan jari tengahnya ke arah relawan sambil mengeluarkan kata-kata yang diduga bernada umpatan.

"Petugas nggak mau bantuin tapi malah maki-maki doang," begitu kata salah seorang relawan dalam video yang beredar.



Sumber: Kumparan