Ketua MPR Minta Kemenhub Evaluasi Keamanan Bandara di Nduga

Ketua MPR Bambang Soesatyo di Kantor BNPB. Foto: Dok. BNPB
Ketua MPR Bambang Soesatyo di Kantor BNPB. Foto: Dok. BNPB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta Kemenhub melakukan evaluasi keamanan di sekitar lapangan terbang Paro, Nduga, Papua.

Hal ini buntut Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membakar pesawat Susi Air dan menyandera pilot.

"Saya meminta komitmen Kemenhub untuk mengevaluasi keamanan di sekitar lapangan terbang Paro juga di seluruh lapangan terbang lainnya yang berada di wilayah rawan konflik. Hal ini diperlukan guna memastikan keamanan di wilayah tersebut diterapkan secara maksimal," kata Bamsoet dalam pesan singkat, Kamis (9/2).

Bamsoet juga meminta Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub bekerja sama dengan pihak terkait dalam meningkatkan keamanan penyelenggara bandara agar kejadian serupa tak terulang lagi.

"Serta selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat guna mencegah berulangnya insiden serupa," jelasnya.

Terkait penyanderaan pilot Susi Air, Waketum Golkar itu meminta tim gabungan dari Operasi Damai Cartenz untuk terus menginvestigasi secara mendalam insiden tersebut.

"Tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan para awak pesawat yang dikabarkan disandera," pungkasnya.

Pesawat Susi Air di Papua dibakar. Foto: Dok. Istimewa
Pesawat Susi Air di Papua dibakar. Foto: Dok. Istimewa

Pilot Susi Air Dibawa ke Markas Pusat TPNPB-OPM

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menyatakan pihaknya—yang disebut pemerintah Republik Indonesia sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)—hanya menyandera pilot Susi Air, Captain Philips Max Marthin, yang berkewarganegaraan Selandia Baru.

Pilot saat ini dibawa menuju markas pusat TPNPB di wilayah pegunungan Nduga yang memiliki medan terjal dan minim sinyal komunikasi.

Menurut Sebby, Captain Philips langsung dibawa naik ke markas begitu pesawat Susi Air Pilatus Porter SI 9368 yang ia kemudikan dibakar TPNPB di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa pagi (7/2).

Sebby menjamin pilot masih hidup dan tengah berjalan bersama rekan-rekannya. Namun, ia belum bisa membagikan foto atau video kondisi terkini pilot karena rombongan TPNPB belum sampai di markas.

“Semua ponsel dimatikan karena kami diikuti… Perjalanan ke markas makan waktu 3–4 hari. Minggu depan baru sampai,” kata Sebby kepada kumparan via komunikasi virtual, Kamis (9/2).

Sumber: Kumparan