
Pencarian satu pekerja korban, longsor di dalian proyek perumahan di Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman dilanjutkan malam ini, Senin (2/1). Sebanyak 50 personel tim SAR gabungan terlibat.
"Untuk tim SAR gabungan yang terlibat pencarian kurang lebih ada 50 personel gabungan," kata Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto, Senin (2/1).
Pipit mengatakan, tim SAR akan fokus pada titik yang diduga korban terakhir terlihat. Pencarian masih menggunakan alat manual karena kondisi tanah yang labil. Tim K9 Polda DIY juga akan membantu.
"Untuk pencarian masih menggunakan alat manual seperti cangkul, linggis, dan skop. Informasi terbaru K9 Polda DIY akan di turunkan untuk membatu proses pencarian," katanya.
Komandan Tim Grup Charlie Basarnas Yogyakarta Deddy Prasetya mengatakan, ada empat pekerja yang jadi korban. Sebanyak tiga pekerja berhasil dievakuasi di mana satu di antaranya meninggal dunia. Sementara satu korban lagi masih dalam pencarian.

"Tim gabungan sedang melaksanakan operasi pencarian pertolongan terhadap korban empat orang tertimbun longsoran di area Wedomartani, Sleman. Dua dapat diselamatkan dan satu dapat dievakuasi tapi kondisi sudah meninggal. Dan sampai saat ini satu orang atas nama Surya (32) masih dalam pencarian," kata Deddy.
Deddy menjelaskan, satu korban yang meninggal dunia tertimbun tanah sedalam 2 meter.
"(Yang meninggal ditemukan), di kedalaman kurang lebih 2 meter. Di bawah tumpukan reruntuhan tanah," katanya.
Longsor diduga karena kondisi tanah yang labil. Tanah yang digali pekerja antara 5 sampai 7 meter.
"Karena tanahnya memang terdiri dari agak berpasir jadi labil. Akhirnya terjadi longsoran," ujarnya.

Sementara pengawas proyek, Gunardi, mengatakan sudah memperingatkan para pekerja untuk berhati-hati.
Gunardi telah mengingatkan pekerja untuk tidak bersandar di tembok galian. Namun, ada pekerja yang justru mengetuk-ngetuk dinding galian.
"Jam 3 (sore) para pekerja pada saya lihat di tebing galian, saya di atas. Sudah saya peringatkan jangan mepet situ, naik saja. Tapi ada seorang yang sembrono itu diketuk-ketuk tanahnya itu, setelah itu langsung tanah turun longsor," kata Gunardi.
Gunardi berteriak sekuat tenaga dan para pekerja sempat lari. Tetapi ada empat orang yang gagal menyelamatkan diri sehingga tertimbun tanah.
Sumber: Kumparan








