
Lokasi industri pengolahan nikel milik PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, sempat rusuh hingga mengakibatkan dua pekerja tewas. Namun situasi pada Minggu (15/1) malam mulai kondusif.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan mereka mengerahkan ratusan personel ke lokasi PT GNI untuk mengantisipasi keributan.
"Sudah aman dan kondusif. Aparat dari TNI-Polri disiagakan," kata Didik.
Kerusuhan terjadi pada Sabtu (14/1). Aksi brutal dari pekerja mengakibatkan fasilitas PT GNI seperti kendaraan dan mes karyawan rusak dan dibakar. Tak hanya itu, dua orang tewas akibat saling serang antar pekerja.
"Atas kejadian ini, dua meninggal dan juga beberapa karyawan luka-luka," ucap Didik.
Meski sudah dinyatakan aman. Belum terkonfirmasi perusahaan PT GNI sudah beroperasi atau belum.
Sebelumnya, Kapolda Sulteng, Rudy Sufahriadi, menegaskan polisi sedang menyelidiki kasus kerusuhan di PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang menewaskan dua pekerja. Baik, pekerja asing maupun lokal.
"Kita sedang selidiki untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI dan TKA. Kenapa meninggal dunia, saya akan lakukan penyelidikan ini semuanya," kata Rudy.
"Memang harus saya sampaikan, kekuatan pengamanan tadi malam itu sangat minim dan kita terlambat. Semoga ini menjadi evaluasi bagi kita dan tidak boleh terulang kembali," tandasnya.
Sumber: Kumparan








