Target Ditjen Perumahan PUPR di 2023: Bangun Rusunawa hingga Bantuan Rp 20 Juta

Foto udara rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Kudu di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/10/2022).  Foto: Aji Styawan/Antara Foto
Foto udara rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Kudu di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/10/2022). Foto: Aji Styawan/Antara Foto

Kementerian PUPR pada 2023 mengantongi pagu anggaran sebesar Rp 125,22 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 6,98 triliun digunakan untuk program pembangunan perumahan.

Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR, Fitrah Nur, menjelaskan anggaran tersebut akan dimaksimalkan salah satunya untuk membangun rumah susun sewa atau rusunawa untuk masyarakat.

"Yang dilakukan di PUPR 2023 ini banyak membangun rumah susun sewa untuk masyarakat, itu hampir tersebar di seluruh Indonesia," kata Fitrah dalam acara Indonesia Properti Outlook 2023 di Pullman Jakarta, Kamis (19/1).

Selain membangun rusunawa, PUPR tahun ini juga berfokus pada pembangunan rumah tapak di kawasan bencana, seperti 1.900 rumah tapak di Gunung Semeru dan 200 rumah tapak di Cianjur.

Selain itu, anggaran tersebut juga akan diberikan sebagai bantuan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas rumah dengan besaran Rp 20 juta per kartu keluarga.

"Lalu juga ada peningkatan kualitas rumah masyarakat yang di tahun 2023 ini sekitar hampir 170 ribu peningkatan rumah masyarakat. Itu kita berikan bantuan sekitar Rp 20 an juta setiap kartu keluarga yang bisa mereka kerjakan secara swadaya untuk meningkatkan kualitas rumah," ujar Fitrah.

Anggaran Rp 6,98 triliun tersebut, kata Fitrah, juga dialokasikan untuk pembangunan rumah susun pekerja di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. "Dan kami sudah selesaikan sekitar 16 rumah susun pekerja yang ada di IKN sekarang," tutur Fitrah.

Sumber: Kumparan