
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Anak (UNICEF) menyatakan hanya Kota Banda Aceh yang bebas dari praktik buang air besar (BAB) sembarangan di Aceh. Menurut Kepala Perwakilan UNICEF Aceh Andi Yoga Tama, BAB sembarangan membuat pelbagai penyakit mudah menular.
"Saat ini kalau kita lihat hanya satu kota di Provinsi Aceh yang sudah bebas dari praktik BAB sembarangan, itu hanya di Kota Banda Aceh," kata Andi Yoga Tama, Kamis (19/1/2023).
Selain satu-satunya di Aceh, Kota Banda Aceh juga termasuk 33 kabupaten dan kota di Indonesia yang meraih sertifikat bebas dari praktik BAB sembarangan.

Adapun di Aceh, desa yang tidak lagi BAB sembarangan terus meningkat. "Makanya itu perlu didorong, apalagi sekarang dengan adanya dana desa, kemudian Baitul Mal ikut terlibat pembangunan jamban-jamban," ujarnya.
Andi menuturkan semua jenis penyakit mudah menular apabila perilaku hidup bersih dan sehat tidak dilakukan masyarakat. Misalnya, polio yang baru-baru ini muncul di Aceh.
Secara nasional, persentase BAB sembarangan di Aceh juga tinggi. "Persentase populasi yang BAB sembarangan di Aceh tiga kali dari rata-rata nasional," katanya.
Bukan Perkara Fasilitas
Andi mengatakan perilaku BAB sembarangan di Aceh tidak pengaruh karena ketersediaan fasilitas. Sebab, menurutnya, daerah yang punya jamban juga terkadang masih BAB sembarangan. Karena itu, yang penting adalah mengubah gaya hidup masyarakat.
"Banyak kejadian bahwa program fokusnya itu hanya pembangunan fasilitas, toiletnya dibangun, jambannya dibangun, tapi tidak ada yang menggunakan. Tetap mereka buang air besar sembarangan," tuturnya.
Sumber: Kumparan








