
Seorang warga Kampung Gunung Lanjung, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Udan (45), tewas tertimpa dinding tembok. Hal itu terjadi saat membersihkan puing-puing dan material rumah terdampak gempa.
Peristiwa itu terjadi saat korban bersama dua orang kerabatnya membereskan puing bangunan milik salah seorang tokoh warga di kampung tersebut.
Ketika dua kerabatnya beristirahat, korban yang sehari-hari bekerja di rumah tokoh tersebut masih terus robohkan pondasi bangunan dengan pahat.
Tiba-tiba, tembok setinggi 3 meter dan lebar lebih kurang 3,5 meter roboh dan menimpa korban.
"Saat itu korban tengah membongkar puing-puing bangunan, tepat di bibir selokan. Tiba-tiba temboknya roboh dan menimpa korban. Bahkan posisinya tidak hanya tertimpa tapi korban dan tembok itu juga jatuh ke selokan sedalam 2 meter," kata salah seorang saksi, Hendra, kepada wartawan, Sabtu (7/1).
Disebutkan Hendra, warga yang melihat kejadian itu langsung mencoba mengevakuasi korban. Namun, nyawa korban tidak dapat terselamatkan karena mengalami luka parah pada bagian leher dan kepalanya.
"Korban tewas seketika dengan kondisi rahang bergeser dan tulang kepala yang patah. Posisi ditemukannya dalam keadaan kepala di bawah dan kaki di atas tertimpa puing bangunan," jelasnya.
Ketua RT 04 Kampung Gunung Lanjung Angga Nugraha mengatakan korban berhasil dievakuasi sekitar 15 menit setelah kejadian.
"Sempat di bawa ke RSUD Sayang Cianjur, untuk proses pemulasaran jenazah dan kemudian dibawa ke rumah duka," jelas Angga.

Warga Bersihkan Puing secara Mandiri
Angga mengungkapkan, proses pembersihan puing-puing dan material bangunan rusak terdampak gempa bumi Cianjur di wilayahnya sempat menggunakan alat berat.
Namun beberapa hari terakhir alat berat tidak ada, sehingga warga kembali membersihkan puing secara mandiri dengan menggunakan alat seadanya.
"Terakhir saat Wapres datang, alat berat ada. Tapi kemarin dan hari ini alat beratnya tidak ada lagi, jadi banyak yang bersih-bersih puing secara mandiri dengan menggunakan alat seadanya," jelasnya.
Angga meminta, pemerintah daerah agar kembali menurunkan alat berat dan personel gabungan TNI Polri untuk membantu proses pembersihan puing-puing dan material.
"Kita meminta pemerintah daerah agar kembali menyediakan alat berat dan bantuan personel, untuk meminimalisasi kembali terjadinya korban jiwa," tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Cugenang, Kompol Woro Wuryani mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat sejumlah warga bergotong royong membersihkan puing-puing dan material bangunan rumah rusak terdampak gempa bumi Cianjur.
"Jenazah korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya. Kita terus melakukan pendampingan terhadap warga yang tengah melakukan proses pembersihan puing-puing dan material untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa," singkat Woro.
Sumber: Kumparan








